Kepulauan Seribu — Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta kembali menunjukkan peran aktifnya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan psikoedukasi bertajuk “Deteksi Dini Masalah Emosi Anak dan Perilaku Anak Usia Dini”. Kegiatan ini dilaksanakan di TK Negeri Pulau Panggang 02, Kepulauan Seribu, dengan melibatkan guru dan orang tua sebagai peserta utama.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Fakultas Psikologi UNJ dalam menghadirkan ilmu psikologi yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini. Lokasi kegiatan yang berada di wilayah Kepulauan Seribu juga menjadi bentuk upaya pemerataan akses edukasi psikologis bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan psikologi.
Dalam pelaksanaannya, tim dosen Fakultas Psikologi UNJ memberikan materi yang berfokus pada pentingnya mengenali tanda-tanda awal permasalahan emosi dan perilaku pada anak. Masa usia dini dikenal sebagai periode emas perkembangan, di mana anak mengalami pertumbuhan pesat baik secara kognitif, emosional, maupun sosial. Oleh karena itu, keterlambatan dalam mendeteksi masalah dapat berdampak pada perkembangan jangka panjang anak.
Peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai indikator yang dapat menjadi sinyal awal adanya gangguan, seperti perubahan perilaku yang signifikan, kesulitan dalam mengelola emosi, hingga hambatan dalam interaksi sosial. Selain itu, narasumber juga menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi kondisi psikologis anak, termasuk pola asuh, lingkungan keluarga, serta interaksi di lingkungan sekolah.
Tidak hanya berfokus pada aspek teoritis, kegiatan ini juga menekankan pendekatan praktis yang dapat diterapkan oleh orang tua dan guru dalam kehidupan sehari-hari. Peserta diajak untuk memahami cara berkomunikasi yang efektif dengan anak, membangun hubungan emosional yang sehat, serta memberikan respon yang tepat terhadap perilaku anak. Hal ini diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan yang suportif dan kondusif bagi perkembangan anak.
Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi salah satu bagian yang paling interaktif dalam kegiatan ini. Para peserta aktif menyampaikan berbagai pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi dalam mendampingi anak, mulai dari kesulitan mengelola emosi anak hingga pola perilaku yang sulit dikendalikan. Melalui diskusi tersebut, peserta mendapatkan insight langsung serta solusi yang relevan dari para ahli.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kebutuhan akan edukasi terkait kesehatan mental anak masih sangat tinggi, terutama di tingkat pendidikan usia dini. Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran orang tua dan guru dalam mendukung perkembangan psikologis anak secara optimal.
Melalui program psikoedukasi ini, Fakultas Psikologi UNJ tidak hanya menjalankan fungsi akademik, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan sosial yang berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang, baik bagi anak, keluarga, maupun lingkungan pendidikan secara keseluruhan.
Ke depan, Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta berkomitmen untuk terus mengembangkan program pengabdian masyarakat yang inklusif, berkelanjutan, dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Dengan demikian, ilmu psikologi dapat semakin dirasakan manfaatnya secara luas, khususnya dalam membangun generasi yang sehat secara mental, tangguh, dan berdaya saing.