Jakarta, 6 April 2026 — Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan mahasiswa dan profesi psikologi melalui penyelenggaraan kegiatan Aliansi Isu 2026. Mengusung tema “The Psychology Career Map: Building Your Professional Journey”, kegiatan ini menjadi forum strategis untuk membahas arah masa depan karier lulusan psikologi di tengah perubahan sistem regulasi nasional.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) Wilayah II periode 2025/2026 dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi UNJ. Sinergi ini menjadi bukti nyata peran aktif mahasiswa dalam merespons isu-isu krusial yang tengah berkembang dalam dunia psikologi, khususnya yang berkaitan dengan profesionalitas dan legalitas praktik.
Acara yang dilaksanakan pada Senin, 6 April 2026, pukul 13.00 WIB hingga selesai ini bertempat di Gedung Ki Hajar Dewantara Lantai 9, Kampus A UNJ, dan diselenggarakan secara luring. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa psikologi dari wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, serta melibatkan praktisi dan pakar dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), menjadikannya sebagai forum lintas elemen yang inklusif dan representatif.
Kegiatan Aliansi Isu 2026 secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Psikologi UNJ, Dr. Gumgum Gumelar Fajar Rakhman, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyoroti pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi perubahan sistem birokrasi profesi yang terus berkembang. Ia juga menegaskan bahwa kejelasan roadmap karier menjadi kebutuhan mendesak bagi mahasiswa agar dapat bersaing secara kompeten dan profesional di dunia kerja. Selain itu, beliau memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi antara ILMPI dan BEM Fakultas Psikologi UNJ yang telah menghadirkan ruang diskusi kritis dan konstruktif ini.
Sebagai inti dari kegiatan, diskusi publik menghadirkan Ketua HIMPSI Banten sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan secara mendalam transformasi sistem dari SIPP (Surat Izin Praktik Psikologi) menuju SILP 2026 yang menjadi regulasi terbaru dalam praktik psikologi di Indonesia. Perubahan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek fundamental terkait pengakuan kompetensi dan legalitas profesi.
Salah satu poin penting yang dibahas adalah penerapan STR (Surat Tanda Registrasi) seumur hidup, yang menjadi terobosan baru dalam sistem registrasi tenaga profesional. Selain itu, dibahas pula mekanisme sertifikasi profesi bagi lulusan baru yang dinilai masih memunculkan berbagai pertanyaan dan kebingungan di kalangan mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun sistem baru menawarkan kemudahan di beberapa aspek, masih terdapat tantangan dalam implementasi yang perlu dikaji secara bersama.
Kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, memberikan penjelasan komprehensif mengenai perbedaan antara sistem SIPP lama dengan SILP 2026. Kedua, menjadi wadah aspirasi bagi mahasiswa psikologi di Wilayah II untuk menyampaikan keresahan mereka terkait ketidakjelasan peta jalan karier serta hambatan administratif yang dihadapi. Ketiga, mendiskusikan aspek legalitas kompetensi lulusan program psikologi dalam menghadapi sistem birokrasi yang baru.
Format acara yang dikemas dalam bentuk diskusi publik interaktif memungkinkan terjadinya dialog dua arah antara narasumber dan peserta. Sesi tanya jawab dan hearing menjadi bagian yang paling dinantikan, di mana mahasiswa secara langsung menyampaikan berbagai pertanyaan, kritik, dan pengalaman mereka terkait proses sertifikasi, akses terhadap praktik profesional, hingga kekhawatiran akan pengakuan kompetensi di dunia kerja.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dan dinamika diskusi yang berlangsung. Banyak mahasiswa yang mengungkapkan bahwa mereka masih merasa belum memiliki gambaran yang jelas mengenai jalur karier setelah lulus, terutama dengan adanya perubahan regulasi yang belum sepenuhnya tersosialisasikan secara merata.
Melalui Aliansi Isu 2026, diharapkan tercipta pemahaman yang lebih komprehensif dan terarah bagi mahasiswa psikologi dalam merancang perjalanan karier profesional mereka. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun komunikasi yang lebih intens antara mahasiswa, institusi pendidikan, dan organisasi profesi seperti HIMPSI. Lebih jauh, forum ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat disampaikan kepada pemangku kebijakan guna menyempurnakan sistem yang ada, sehingga lebih adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa dan lulusan psikologi di Indonesia.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Fakultas Psikologi UNJ tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai ruang dialog dan pusat pengembangan wacana kritis bagi mahasiswa. Kolaborasi antara ILMPI dan BEM Fakultas Psikologi UNJ dalam Aliansi Isu 2026 menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antarorganisasi mahasiswa dapat memberikan dampak signifikan bagi masa depan profesi psikologi di Indonesia.