Difa: Ingin Keluar dari Zona Nyaman

WebPsi, JAKARTA — Wawancara dengan Difa Annisa Yasmin, Peraih Program Beasiswa IISMA 2022 ke National University of Ireland Galway, Irlandia. Dilakukan melalui media WhatsApp secara texting. Tujuan dilakukannya wawancara singkat ini adalah untuk menguak rahasia dibalik keikutsertaan dan keberhasilannya mengikuti program tersebut

Difa Annisa Yasmin – Peraih Program Beasiswa IISMA 202

Alasan ikut IISMA?

Satu alasan yang paling menonjol adalah karena ingin keluar dari zona nyaman saya, dengan mencoba berbagai hal baru di lingkungan berbeda dan tentunya dengan sistem perkuliahan yang berbeda juga. Selain itu, saya juga ingin mengembangkan diri saya melalui pengalaman dan pengetahuan yang didapatkan dari program IISMA ini.

Kenapa mesti keluar dari zona nyaman, padahal selama ini kan banyak orang yang justru mencari kenyamanan?

Menurut saya, agar dapat berkembang baik sebagai manusia pada umumnya dan juga sebagai mahasiswa, adalah penting untuk keluar dari zona nyaman. Hal ini karena, apabila kita terus-terusan berada pada zona nyaman, kita tidak akan termotivasi untuk tumbuh lebih baik ke depannya, baik dari segi pengetahuan maupun keterampilan

Mengapa memilih universitas tersebut menjadi tujuan mengikuti program?

Satu alasan saya memilih National University of Ireland Galway adalah dikarenakan negara Irlandia yang terkenal sebagai salah satu negara paling aman di dunia, di mana tingkat kejahatan yang terjadi sangat rendah dan biasanya disebabkan oleh pengaruh alkohol. Hal ini membuat saya penasaran dan tertarik untuk berbaur secara langsung dengan masyarakatnya agar dapat melihat sendiri pola pikir dan nilai-nilai yang diterapkan yang menjadi salah satu penyumbang kepada tingkat kejahatan rendah ini. Untuk NUI Galway khususnya, saya memilih universitas ini dikarenakan biodiversitas yang terdapat di sekitaran kampus tersebut. Sebagai seseorang yang menetap di kota, saya tertarik akan perubahan lingkungan studi dan kehidupan yang dapat saya rasakan di kampus tersebut.

Bagaimana tahapan yang kamu lalui dalam mengikuti program tersebut?

Selama periode seleksi, terdapat berbagai tahapan yang saya lalui, dimulai dengan pengisian esai, pengumpulan dokumen yang diminta serta melaksanakan tes bahasa inggris. Berikutnya, diadakan tes kebhinekaan yang difokuskan pada persoalan terkait toleransi dan keberagaman. Lalu, diikuti dengan wawancara dan juga pengumpulan berkas tambahan yang diminta

Dokumen apa aja yang dibutuhkan? Wawancaranya seputar apa?

Pada tahapan awal, dokumen-dokumen yang diperlukan antaranya surat rekomendasi dari universitas, transkrip nilai berbahasa inggris, surat pernyataan tidak terlibat dalam kekerasan seksual dan surat pernyataan tidak terlibat dalam program pertukaran pelajar internasional luar jaringan lainnya. Lalu pada tahapan setelah wawancara, dokumen yang diminta adalah surat keterangan catatan kepolisian, surat keterangan bebas narkoba, surat pernyataan orang tua/wali tentang risiko pada kesehatan mahasiswa, dan surat pernyataan tidak menerima beasiswa pendidikan indonesia (BPI) kementerian pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi.

Untuk wawancara sendiri, pertanyaannya seputar jawaban yang ditulis pada esai yang diperdalam lagi, serta pertanyaan opini dan pandangan beberapa isu dan permasalahan saat ini, yang dikaitkan dengan jurusan saya, yaitu psikologi

Apa yang dirasakan setelah namamu dinyatakan sebagai salah satu mahasiswa yang terpilih dalam program tersebut?

Sejujurnya, pada saat pertama saya melihat pernyataan tersebut, saya sedikit tidak percaya hingga saya memastikannya ke teman saya akan kebenarannya. Setelah memastikan kebenaran pernyataan yang saya baca, tentunya saya merasa senang dan lega dikarenakan perjuangan saya selama proses seleksi terbayarkan dengan hasil yang didapat

Ada tips/trik yang ingin diberikan untuk teman-teman yang ingin mengikuti program serupa?

Satu tip yang ingin saya sampaikan adalah banyak bertanya kepada mereka yang berpengalaman dan mencari informasi sebanyak-banyaknya, terutama terkait universitas yang ingin dituju. Kedua hal ini tentunya sangat membantu saat penulisan esai dan juga proses wawancara, agar terlihat lebih siap akan hal-hal yang akan ditempuh apabila diterima pada program IISMA

[sf/sf]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *