Adzkia: Selangkah Lebih Dekat Dengan Impian

WebPsi, JAKARTA — Wawancara dengan Adzkia Zahra Izzati, Peraih Program Beasiswa IISMA 2022 ke University of Leicester, Inggris dilakukan melalui media WhatsApp secara texting. Tujuan dilakukannya wawancara singkat ini adalah untuk menguak rahasia dibalik keikutsertaan dan keberhasilannya mengikuti program tersebut

Adzkia Izzati Zahra – Peraih Program Beasiswa IISMA 2022

Alasan ikut IISMA?

Alasan saya ikut IISMA didasari rasa keinginan saya untuk bisa punya pengalaman belajar di luar negeri yang tentunya diliputi dengan diversitas. Saya ingin memiliki pengalaman langsung di lingkungan yang multikultural karena hal tersebut dapat mendukung saya dalam memahami individual differences terutama karena latar belakang sosiokulturalnya. Saya percaya bahwa program IISMA, baik programnya secara general maupun mata kuliah yang ditawarkannya, dapat membantu saya melengkapi dan meningkatkan berbagai ilmu pengetahuan yang dibutuhkan dalam program studi saya, yaitu Psikologi.

Mengapa memilih universitas tersebut menjadi tujuan mengikuti program?

Ketika mendaftar program IISMA, saya memilih University of Leicester karena mata kuliah yang ditawarkan. Meskipun mata kuliah yang ditawarkan itu lintas jurusan, mata kuliah yang saya pilih juga sejalan atau bersinggungan dengan materi yang dibutuhkan di psikologi, terutama sosiokultural. Saya percaya hal ini dapat memenuhi tujuan awal saya mengikuti program karena tidak hanya mendapat kesempatan untuk memperluas pengetahuan saya, tetapi juga dapat mengomplemen materi yang dibutuhkan di psikologi.

Bagaimana tahapan yang kamu lalui dalam mengikuti program tersebut?

Tahapan yang pertama adalah penguatan mental dan kesiapan saya terhadap apapun yang terjadi sepanjang perjalanan saya selama proses pendaftaran, serta hasilnya nanti.  Setelah meyakinkan diri bahwa tidak ada usaha yang sia-sia meski ada kemungkinan saya gagal, saya kemudian menyiapkan berkas kebutuhan, mengisi form di website, dan mulai menyusun esai yang disyaratkan. Setelah dikabarkan bahwa saya lolos ke tahap wawancara, saya pun berlatih wawancara dengan awardee sebelumnya dan mempersiapkan skenario pertanyaan apa saja yang kemungkinan akan keluar. Berbagai tahapan itulah yang kemudian mengantarkan saya pada pengumuman final, yaitu kelolosan saya sebagai visiting student di Leicester. Alhamdulillah dengan bantuan dari banyak orang di sekeliling saya juga.

Essay yang dibuat tentang apa?

(1) discuss your past academic achievements including the process and skills involved, (2) plans to engage with locals, (3) discuss when u faced difficulties and how u navigated through it, (4) explain health condition

Apa yang dirasakan setelah namamu dinyatakan sebagai salah satu mahasiswa yang terpilih dalam program tersebut?

Bahagia, pastinya. Karena sudah diberi kesempatan begitu besar yang tidak saya sangka bisa saya terima di tahap terakhir. Saya yakin seluruh pendaftar yang ikut berkualitas dan layak untuk dipilih sehingga saya berusaha merendahkan ekspektasi saya untuk lolos. Jika saya gagal, saya sudah mempersiapkan diri untuk mengadopsi pemikiran bahwa setidaknya saya sudah selangkah lebih dekat dengan impian saya, dibanding beberapa tahun lalu yang masih ribuan langkah. Saya pun senang sudah turut membahagiakan orang-orang di sekeliling saya.

Ada tips/trik yang ingin diberikan untuk teman-teman yang ingin mengikuti program serupa?

Tips utamanya adalah berani dan percaya diri. Saya rasa dengan kedua hal tersebut saja, pendaftar sudah punya poin plus dibandingkan orang lain yang masih ragu-ragu mendaftar. Selebihnya, tinggal sebesar apa usaha yang kita kerahkan untuk dapat mengiringi rasa percaya diri tersebut. Saya percaya, dengan mengembangkan efikasi bahwa kita mampu dan layak lolos, pemikiran tersebut dapat menyetir perilaku kita dalam menyelesaikan usaha dan termanifestasikan dalam tindakan kita sehari-hari.

[sf/sf]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *