Psychosocial UNJ Peduli pada Desa Terdampak Tsunami Banten di Desa Taman Jaya

Psychosocial UNJ Peduli pada Desa Terdampak Tsunami Banten di Desa Taman Jaya

Psychosocial UNJ Peduli pada Desa Terdampak Tsunami Banten di Desa Taman Jaya

Pandeglang Banten, WebPsi – UNJ Peduli pada kegiatan kali ini, menyambangi desa Taman Jaya, Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang, Banten, untuk memberikan pendampingan psikososial pada siswa/i  dan memberikan psikoedukasi mengenai konseling serta sekolah mitigasi bencana kepada guru-guru di desa tersebut. Tim UNJ Peduli berangkat menuju Banten, pada hari minggu, tanggal 10 Maret 2019, dari kampus UNJ Rawamangun. Tim berangkat pukul 9 pagi dan menempuh perjalanan selama 10 jam untuk sampai ke Desa Taman Jaya.

Tim yang berjumlah 14 orang ini, terdiri atas 5 dosen dan 9 mahasiswa dari berbagai fakultas dan jurusan. Tim dibagi berdasarkan 2 kegiatan, yaitu tim dosen akan melakukan psikoedukasi mengenai Konseling dan Mitigasi Bencana untuk guru-guru. Sementara tim mahasiswa melakukan kegiatan psikososial kepada anak-anak.

Guru-guru yang dilibatkan berasal dari 3 Sekolah Dasar dan 1 Madrasah; yaitu SD Taman Jaya 01, SD Taman Jaya 02, SD Taman Jaya 03, dan  Madrasah Ibtidaiyah. Anak-anak yang dilibatkan dalam kegiatan permainan ini merupakan siswa/i dimana gurunya sedang mengikuti kegiatan psikoedukasi bersama tim dosen. Anak-anak SD  melakukan permainan-permainan yang dipandu tim mahasiswa dengan tujuan untuk mengalihkan mereka dari kondisi psikis yang dialami saat ini sebagai akibat dari dampak musibah tsunami yang lalu. Siswa/i diajak bermain dengan alat-alat permainan yang sudah disediakan oleh Tim UNJ Peduli.

Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari. Namun perbedaannya terletak pada kegiatan guru, dimana pada hari pertama psikoedukasi yang dilakukan adalah dengan memberikan materi konseling, sementara hari kedua penyampaian materi mengenai mitigasi bencana. Dua materi ini dipilih dengan pertimbangan guru yang juga bertindak sebagai fasilitator murid di sekolah diharapkan dapat menjadi orang yang mampu “mendengarkan” siswanya. Materi tersebut sangat diperlukan karena anak-anak korban tsunami sedikit banyaknya telah mengalami gangguan psikologis seperti trauma, kehilangan sanak saudara, dan tempat tinggal yang semua hal itu ujungnya dapat berdampak pada kondisi psikisnya saat ini. Tentu saja kondisi ini harus ditindaklanjuti untuk menjaga kesehatan mental anak didik mereka. Diharapkan dengan ditingkatkannya kemampuan guru di bidang konseling akan mampu memfasilitasi siswa/i yang membutuhkan pendampingan oleh guru. Selanjutnya materi mengenai mitigasi bencana, diharapkan akan meningkatkan awareness dan kesiapsiagaan sekolah dalam menyiapkan diri menghadapi bencana yang serupa. Mengingat kemungkinan datangnya bencana dapat terjadi kapan saja.

Kegiatan selanjutnya adalah pembagian alat-alat olahraga dan buku paket untuk Kelas 6 yang dibutuhkan dalam menghadapi UN mendatang. Pada setiap sekolah dibagikan masing-masing 10 eksemplar buku paket, permata pelajaran. Buku paket yang diberikan ada 3 mata pelajaran, sehingga setiap sekolah menerima masing-masing 30 buku paket. Tim UNJ Peduli meninggalkan Desa Taman Jaya pada hari Kamis, tanggal 14 Maret 2019 setelah seluruh kegiatan terlaksana. (vr)