Yudisium Session #2 Fakultas Pendidikan Psikologi UNJ

Yudisium Session #2 Fakultas Pendidikan Psikologi UNJ

Yudisium Session #2 Fakultas Pendidikan Psikologi UNJ

 

Aula Maftuchah Yusuf pada 16 Agustus 2017 telah menjadi saksi bisu atas salah satu sejarah yang berhasil ditorehkan oleh Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Jakarta (FPPsi UNJ). Dikatakan sejarah sebab di hari itu FPPsi telah kembali meyudisium mahasiswanya. Tidak tanggung-tanggung kali ini sebanyak 127 mahasiswa dapat berhasil dinyatakan lulus olehnya.

Kegiatan yang digawangi oleh Assyifa Aulianika Hidayat selaku MC digelar dari pukul 08.30 sampai dengan pukul 13.20 BBWI. Dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama dengan Barly Armandita sebagai dirigennya; kemudian disusul dengan pertanggungjawaban Yudisium dari Dr. Gumgum Gumelar Fajar Rahman, M.Si selaku wakil dekan 1; Dr. Gantina Komalasari, M.Psi selaku dekan; dan kesan pesan dari Ayu Fitria R sebagai perwakilan yudisiawan/wati. Selanjutnya secara berturut-turut diikuti dengan pembacaan nilai yudisium beserta penyerahan Surat Keterangan Lulus oleh Mira Ariyani, Ph.D selaku Koordinator Prodi Psikologi. Selain itu yang menjadi nilai plus pada yudisium session ini adalah bukan hanya yudisiawan/wati  yang menggunakan jas dan kebaya, tetapi juga seluruh jajaran dekanat, koorprodi, dosen, dan staf pun demikian. Disamping itu juga ada pemberian penghargaan kepada skripsi terbaik, lulusan terbaik, dan mahasiswa berprestasi. Kemudian setelahnya ditutup dengan do’a.

Keseruan Yudisium Session #2 FPPsi UNJ tidak berhenti sampai di situ, karena setelah itu dilanjutkan dengan photo session bersama disertai pekikan semangat Forza Halimun di Plasa UNJ, serta unjuk kebolehan dari Psychoustic (salah satu band akustik besutan mahasiswa FPPsi) dan para yudisiawan/wati.

Selama hampir 6 jam tersebut seluruh rangkaian acara telah berhasil membuat segala emosi turun naik. Pada hari itu, segala lelah dan berjuta rasa selama menjalani masa perkuliahan serta skripsi seperti meluruh jadi satu. Tidak ada lagi rasa pedih dan luka, karena yang tinggal kini hanya rasa bahagia dan bangga. Sekat antara mahasiwa dan dosen/staf pun terasa menipis di situ, sebab a keluarga, Keluarga Besar Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Jakarta… Forza Halimun… Psikologi Champione… (/sf)